KAWAH SIKIDANG

Kawah Sikidang adalah salah satu objek wisata alam yang ada di dataran tinggi Dieng berupa kawasan perkawahan aktif dalam mengeluarkan uap air, gas, serta material lain. Berbeda halnya dengan Telaga Warna yang masuk wilayah kabupaten Wonosobo, maka Kawah Sikidang secara administratif masuk dalam area kabupaten Banjarnegara.

Kawah sikidang wonosobo

Kawah Sikidang juga turut mendominasi daya tarik wisatawan untuk memutuskan kemana mereka harus menikmati waktu liburannya. Kawah tersebut selalu ramai dikunkungi para pelancong dari berbagai daerah, terutama disaat weekend.

Objek wisata yang memiliki aktifitas vulkanik aktif ini sangat layak untuk anda kunjungi apabila kamu berwisata di kawasan dataran tinggi Dieng. Destinasi ini pun kami masukan dalam list objek yang wajib dikunjungi pada Paket Wisata Dieng.

ASAL USUL KAWAH SIKIDANG

Seperti halnya Telaga Warna Dieng, kawah Sikidang ini memiliki history menarik akan terciptanya kawasan tersebut. Berikut adalah 2 faktor awal mula dari terbentuknya Kawah Sikidang ;

Kawah sikidang dieng wonosobo

1. Faktor Ilmiah

Kawasan Kawah Sikidang yang merupakan area aktif dari kegiatan vulkanis, memiliki sejarah terbentuknya bermula dari meletusnya sebuah gunung berapi yang berada di dataran tinggi Dieng dimasa lalu.

Penamaan dengan sebutan Kawah Sikidang tersebut bersumber dari kata Kidang yang memiliki arti Kijang. Karakter dari hewan kijang yang suka berpindah-pindah melompat kesana kemari membuat nama kidang dilekatkan pada kawah tersebut.

Pelekatan tersebut dikarenakan faktor kesamaan pada karakter kawah utama yang berpindah-pindah. Karenanya persamaan karakter tersebut, kawah itu dinamakan menjadi Kawah Sikidang.  

2. Faktor Non Ilmiah

Memang tidak ada bukti akurat kapan waktu meletusnya gunung berapi hingga terciptanya Kawah Sikidang. Oleh karenanya terdapat cerita rakyat akan sebuah legenda awal dari terciptanya kawah aktif tersebut.

Bermula dari sebuah legenda yang mengisahkan seorang putri dengan nama Shinto Dewi memiliki kecantikan luar biasa. Ia hidup disebuah Istana Agung dalam kawasan dataran tinggi Dieng. Pada masanya rumor tentang kecantikan sang putri tersebar hingga ke berbagai wilayah.

Karena kecantikan nya, banyak para pria berusaha keras mendapatkan cintanya serta ingin melamarnya. Namun sayangnya setiap ada lelaki yang melamarnya putri Shinto Dewi selalu memberikan syarat yang tak mungkin bisa dipenuhi mereka.

Kabar akan kecantikan putri tersebut sampailah ke telinga seorang pangeran misterius dengan nama Kidang Galungan. Kemudian sang Pangeran pun segera mengirim utusan dengan tujuan ingin melamar sang putri.

Sang pangeran pun berpesan pada utusan agar menyanggupi semua persyaratan yang diajukan putri Shinto Dewi sekalipun jumlahnya tak terkira. Setibanya dihadapan sang putri, utusan itu pun langsung menyampaikan maksud kedatangannya.

Mengetahui akan hal itu, putri Shinto Dewi pun berkesimpulan pasti pangeran Kidang Galungan ini sangat kaya raya serta berwajah tampan. Putri pun langsung menerima lamaran yang diajukan melalui utasan tersebut.  

Utusan pun segera kembali untuk membawa kabar gembira ini kehadapan pangeran Kidang Galungan. Mendengar akan keberhasilannya pangeran sangat senang sekali, dan sesegera mungkin mempersiapkan resepsi pernikahannya.

Singkat cerita hari pernikahannya pun tiba, sang pangeran beserta rombongan mendatangi Istana dimana putri Shinto Dewi bermukim. Setibanya pangeran dihadapan sang putri membuat Shinto Dewi terkejut bukan main.

Hal itu disebabkan rupa pangeran Kidang Galungan ternyata diluar khayalan sang putri. Pangeran tersebut ternyata mempunyai kepala berbentuk kijang dan berbadan manusia. Dikarenakan putri Shinto sudah terlanjur menerima lamarannya, maka ia mencari cara untuk membatalkan pernikahan tersebut.

Kemudian diajukannya lah satu syarat lagi oleh sang putri kepada sang pangeran jika mau menikahinya. Shinto Dewi menginginkan dibuatnya sumur air dalam waktu satu malam dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain, dengan alasan diwilayah tersebut seringkali masyarakat kekurangan air bersih.

Akan tetapi permintaan yang sungguh tak masuk akal itu tetap disanggupi oleh Kidang Galungan. Malam pun berlalu menjelang pagi sumur tersebut hampir selesai karena kesaktian yang dimiliki sang pangeran.

Mengetahui hal itu, putri Shinto pun panik, dan ia mememrintahkan para pengawalnya untuk mengubur pangeran yang sedang berada dalam sumur. Tidak mau terkubur didalamnya sang pangeran pun berusaha keluar dengan adu kesaktian terhadap para pengawal.

Terjadi beberapa kali ledakan hebat, namun karena kalah jumlah pangeran tersebut pun tewas didalam sumur air. Sebelum tewas ia pun bersumpah akan mengutuk seluruh keturunan putri Shinto Dewi akan memiliki rambut gimbal.

Dari hasil ledakan-ledakan hebat tersebut lah cikal-bakal tercipta kawah Sikidang. Mitos anak Gimbal di kawasan Dieng pun terhubung dari legenda tersebut.

LOKASI KAWAH SIKIDANG

Untuk dapat samapi di Kawah Sikidang tidak lah sulit, sama halnya dengan mengunjungi Telaga Warna. Dari area parkir kamu tinggal jalan kaki saja, dari posisi itu pun sudah tercium aroma bau belerang yang cuku pekat.

Kawah sikidang dieng terbaru

Jika pada Telaga Warna dan Bukit Sikunir berada dalam kawasan kabupaten Wonosobo, maka Kawah Sikidang ini memiliki wilayah administratif yang berbeda. Kawah Sikidang ini berlokasi tepat di wilayah Bakal Buntu, kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah.

Disekitar kawasan Kawah Sikidang juga banyak objek-objek wisata lainnya yang dapat anda kunjungi setelah kamu singgah dikawah tersebut. Lokasi dari objek-objek sekelilingnya pun mudah sekali anda jumpai.

CARA MENUJU KE KAWAH SIKIDANG

Dari Alun-alun Wonosobo anda mempunyai beberapa pilihan, bisa menaiki angkot, ojek, ataupun mobil sewaan menuju ke arah Dieng. Perjalanan menuju Dieng membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan kendaraan roda empat.

Kondisi jalan mulai menanjak dan berkelak-kelok tidak lama kemudian anda akan menjumpai gerbang bertuliskan Selamat Datang Dieng. Dari kawasan itu anda akan melihat papan petunjuk yang bertuliskan arah ke Kawah Sikidang.

Ikuti petunjuk jalan tersebut hingga bertemu dengan area parkir kawah. Kemudian kamu bisa parkirkan kendaraan dan sedikit berjalan kaki ke area kawah. Namun bagi anda yang merasa repot akan hal itu, cukup memakai jasa Paket Wisata Dieng saja.

Semua kebutuhan perjalanan akan kamu dapatkan dengan pelayanan terbaik, tanpa harus repot mencari jalan atau mencari persewaan kendaraan untuk menuju kesana. Anda cukup duduk manis menikmati liburan anda.

HARGA TIKET MASUK KAWAH SIKIDANG

Berwisata ke Kawah Sikidang cukuplah terjangkau, kamu tak perlu menyiapkan budjet yang besar. Hal ini disebabkan pengelola menerapkan harga tiket masuk sebesar Rp 15,000,- rupiah saja per orangnya.

Kawah sikidang tiket masuk

Sebelum memasuki kawasan kawah sikidang kamu akan melalui komplek candi Arjuna. Jadi dengan besaran nominal uang 15 ribu rupiah, kamu juga dapat berkunjung ke kawasan candi tersebut. Atau bisa juga disebut dengan istilah tiket terusan.  

Segera rencanakan jadwal liburan kamu untuk berkunjung ke Kawah Sikidang Dieng. Jika kamu merasa kesulitan dalam perencanaan tersebut ada cara mudahnya. Cukup dengan memakai jasa Paket Wisata Dieng kamu akan difasilitasi mulai dari titik keberangkatan sesuai domisili masing-masing.

Atau dengan kata lain, kamu tak perlu ribet dan repot untuk menentukan transportasi, konsumsi, serta akomodasi mulai dari berangkat sampai kembali lagi kedaerah anda masing-masing.

Hal itu dikarenakan semua fasilitas-fasilitas yang disebutkan diatas sudah diakomodir dengan baik oleh jasa Paket Wisata Dieng. Anda cukup menentukan waktu liburanmu saja. 

Informsi terkait mengenai tempat-tempat favorit lainnya di Dieng dan sekitarnya, bahkan di wilayah-wilayah lainnya, bisa anda dapatkan di www.semarholiday.co.id.


 

Leave a Comment